Hidangan untuk PKU

20 06 2009

Hidangan Baru Untuk Penderita PKU

Ditulis oleh Rahmi Yusuf pada 16-06-2009

xphe_grp_new2Bagi penderita fenilketonuria (PKU), memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi menjadi cobaan yang cukup berat. Mereka nyaris tidak mengkonsumsi protein sehingga kekurangan makronutrien esensial tersebut harus ditutupi dari formula asam-asam amino yang rasanya sangat pahit. Jika diet ini dilanggar, mereka bisa mengalami kerusakan sistem saraf yang permanen.

Sekelompok peneliti dari University of Wisconsin-Madison telah menerbitkan dua makalah untuk memperkenalkan protein alami pertama yang aman bagi pasien PKU. Protein tersebut diekstrak dari air dadih dan dikenal dengan nama glikomakropeptida (GMP). Saat ini, Cambrooke Foods, sebuah perusahaan makanan medis di Massachusetts, sedang dalam proses mengembangkan produk makanan ringan untuk penderita PKU.

Berbagai survei telah menunjukkan sulitnya pasien-pasien PKU usia remaja untuk mempertahankan dietnya. Mereka cenderung terbawa tren makanan yang populer dikalangan anak muda, meskipun hal itu bisa fatal bagi mereka. Oleh karena itu, penting bagi penderita PKU untuk memiliki lebih banyak variasi dalam diet mereka. Lagipula, makanan bukan hanya kebutuhan biologis, tapi juga kebutuhan psikologis.

Penderita PKU lahir dengan abnormalitas genetik yang menyebabkan mereka tidak mampu menguraikan salah satu asam amino esensial, yaitu fenilalanin. Kadar fenilalanin yang dibutuhkan pasien PKU sangat rendah. Kadar yang tinggi dapat mengendap di tubuh mereka secara permanen, serta mengganggu kerja otak. Pasien-pasien yang tidak mengikuti diet mengaku sulit untuk berkonsentrasi dan sering merasa depresi. Beberapa pasien kasus berat bahkan mengalami kerusakan otak. GMP yang diisolasi dari air dadih dapat menjadi alternatif diet bagi mereka karena kadar fenilalaninnya hampir tidak terdeteksi. Bahkan, GMP murni sama sekali tidak mengandung fenilalanin.

Pemberian GMP pada manusia pertama kali dipublikasikan pada bulan Februari, dalam Journal of Inherited Metabolic Disorders. Dalam uji coba tersebut, seorang pasien PKU diberi diet total GMP selama 10 minggu. Hasilnya, tidak hanya sang pasien menyukai makanan ringan, puding, dan minuman GMP yang disediakan, tapi juga level fenilalanin dalam darahnya menurun secara dratis setelah konsumsi selama dua minggu.

Penelitian selanjutnya yang dipublikasikan di Amerian Journal of Clinical Nutrition menguji 11 pasien PKU dari UW-Madison’s Waisman Center dengan diet campuran formula asam amino dan GMP. Pasien-pasien ini diberikan formula asam amino selama empat hari, lalu diberi GMP pada empat hari selanjutnya. Setelah dianalisis, ternyata tidak ditemukan masalah kesehatan apapun dari pengalihan produk tersebut. Bahkan, GMP menurunkan level fenilalanin dalam darah jauh lebih cepat dibandingkan formula asam amino. Hampir seluruh pasien pun lebih memilih GMP. Dengan demikian, kesimpulan dari hasil studi awal semakin diperkuat, yaitu bahwa GMP lebih disukai dan aman.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.